June 21, 2012

Basic


Partikel

です
desu

Meaning
is, are,am (to be)

Examples
Watashi wa gakusei desu
I am a student
========================

mo

Meaning
too, also as well

Examples
Watashi wa nihonjin desu – I am a Japanese person
Anata mo nihonjin desu – You are Japanese,too
==========================

de

Meaning
at, in, on (place) <indicate where="" the="" event="" described="" by="" verb="" takes="" place=""></indicate>

Examples
I eat at home
Ie de tabemasu

=====================
に/へ
ni/e

Meaning
goal of movement, to (place, etc)

Examples
Watashi wa Nihon ni ikimasu
I will go to Japan
=====================

ni

Meaning
time reference, at on in (time)

Examples
1 ji ni nemasu
I sleep at 1 o’clock

Nichiyou bi ni kyoto ni ikimasu
I will go to Kyoto on Sunday
=========================

o,wo

Meaning
indicates direct objects, object maker

Examples
Watashi wa sushi o tabemasu
I eat sushi

Watashi wa terebi o mimasu
I watch TV
========================

ませんか
masen ka

Meaning
stem +ませんか is used to invite someone to do it. Won’t you – , How about – , Wouldn’t you -

Examples
Issho ni tabemasen ka? – Won’t you eat with me?
Date (de-to) shimasen ka? – Won’t you go on a date?
====================

wa

Meaning
Topic maker, As for – , about

Examples
Kyou wa , Tokyo ni ikimasu – I will go to Tokyo, today
Watash no senmon wa nihongo desu – My major is Japanese
======================
が あります/います
ga arimasu/imasu

Meaning
There is/are (thing) – (thing) ga arimasu
There is/are(people etc) -(people etc) ga imasu

Examples
There is a thing (TV, food, book etc) – thing ga arimasu
Sensei ga imasu – there is a teacher
===========================

ましょう
mashou

Meaning
stem +ましょう – Let’s -

Examples
Nomimashou – Let’s drink
Ikimashou – Let’s go
===================

ましょう か
mashou ka

Meaning
stem +ましょうか – Shall I/ We -

Examples
Tennis shimashou ka – Shall We play teniss?
Kaimono ni ikimashou ka? – Shall We go for shopping?
======================
URUTAN KATA DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG
Word order: Japanese word order is fun.
English (subject)(verb)(object) Cats eat mice.
Japanese (subject)(object)(verb) (usually but not always!)

ねこはネズミをたべます。
neko wa nezumi o tabemasu.
cats – mice – eat
Another example

わたしは みせ へ いきます。
watashi wa mise e ikimasu.
I’m going to the store.

(わたしは watashi wa ) means ‘I’ (は wa) is the particle that shows the topic (more on this later)) – Ah! you know who is doing the work, but what, where, why, when??
(みせ へ mise e ) means ’store’ with the directional particle (へ e ) – Ok! you know where! But what???
And finally (いきます ikimasu) ‘go’ – Now putting it all together, we understand.

bentuk perintah


「~ください」- konjugasi khusus dari 「くださる」
「ください」 adalah konjugasi khusus dari 「くださる」, yang merupakan bentuk hormat dari 「くれる」. Kita akan belajar lebih lanjut tentang bahasa hormat dan rendah diridi bab lain. Kita akan membahas 「ください」 di sini karena artinya agak berbeda dari 「くれる」 maupun 「くださる」. 「ください」 berbeda dengan 「くれる」 seperti ditunjukkan pada contoh berikut:

(1) それをください。- Tolong berikan itu. 
(2) それをくれる?- Bisakah kamu memberiku itu? 
Seperti bisa kamu lihat, 「ください」 adalah permintaan langsung sedangkan penggunaan 「くれる」 lebih ke arah bertanya. Namun sama seperti 「くれる」, kamu bisa membuat permintaan hanya dengan menempelkannya ke bentuk-te verba. 
(1) 漢字で書いてください。- Tolong tulis dalam kanji. 
(2) ゆっくり話してください。- Tolong bicara perlahan.

Aturan untuk permintaan negatif juga sama seperti aturan pada penggunaan 「くれる」. 
(1) 落書きを書かないでください。- Tolong jangan mencorat-coret. 
(2) ここにこないでください。- Tolong jangan datang ke sini.

Pada pembicaraan santai, seringkali 「ください」 dibuang. 
日本語で話して。- Tolong bicara dalam bahasa Jepang. 
消しゴムを貸して。- Tolong pinjami aku penghapus. 
遠い所に行かないで。- Tolong jangan pergi ke tempat yang jauh.

Bagi mereka yang ingin terdengar lebih memerintah dan kecowok-cowokan, bisa juga digunakan 「くれる」 dengan 「る」 dibuang. 
日本語で話してくれ。- Bicara dalam bahasa Jepang! 
消しゴムを貸してくれ。- Pinjami aku pengapus! 
遠い所に行かないでくれ。- Jangan pergi ke tempat yang jauh!

Karena 「ください」 seperti bentuk-masu harus selalu muncul di akhir kalimat atau klausa subordinat, kamu tidak bisa menggunakannya untuk memodifikasi nomina. Sebagai contoh, kalimat di bawah tidak mungkin menggunakan 「ください」. 
(1) お父さんがくれた時計が壊れた。- Jam yang diberi ayah rusak.

Tentu saja, karena kutipan langsung hanyalah mengulang apa yang dikatakan orang apa adanya, kamu bisa memasukkan apapun ke dalam kutipan langsung. 
(1) 「それをください」お父さんが言った。- Ayah mengatakan, "Tolong berikan itu"
Menggunakan 「~ちょうだい」 pada permintaan santai
Versi santai 「ください」 yang umumnya digunakan perempuan adalah 「ちょうだい」. Dia selalu ditulis menggunakan hiragana. Kanjinya hanya digunakan di ungkapan yang sangat formal seperti 「頂戴致します」. Tidak perlu banyak penjelasan, karena secara tata bahasa aturannya sama seperti 「ください」.
Contoh
(1) スプーンをちょうだい。- Tolong berikan sendok. 
(2) ここに名前を書いてちょうだい。- Tolong tulis namanya di sini.
Menggunakan 「~なさい」 untuk permintaan tegas namun sopan
「なさい」 adalah konjugasi khusus bentuk hormat 「する」. Ini adalah cara yang lembut namun sekaligus tegas untuk memerintah orang. Contoh penggunaannya misalnya saat seorang ibu memarahi anaknya atau saat seorang guru memerintah murid yang tidak memperhatikan. Tidak seperti 「ください」, 「なさい」 hanya bisa digunakan untuk verba positif dan menggunakan akar verba, bukan bentuk-te. Dia juga tidak bisa berdiri sendiri namun harus selalu menempel ke verba lain.
Menggunakan 「なさい」 untuk membuat permintaan tegas namun sopan
  • Ubah verba ke akarnya lalu tempelkan 「なさい」
  • 例) 食べ → 食べなさい
  • 例) 飲 → 飲 → 飲みなさい
  • 例) する →  → しなさい

Contoh
(1) よく聞きなさい!- Dengar baik-baik! 
(2) ここに座りなさい。- Duduk di sini.

Kamu juga bisa membuang 「さい」 dari 「なさい」 untuk membuatnya terdengar sedikit lebih santai. 
(1) まだいっぱいあるから、たくさん食べな。- Masih ada banyak, jadi makan yang banyak. 
(2) それでいいと思うなら、そうしなよ。 - Kalau kamu merasa OK dengan itu, silahkan lakukan.
Bentuk perintah
Kita akan membahas bentuk perintah agar semua konjugasi verba dibahas dengan lengkap. Sebetulnya kamu akan sangat jarang menjumpai bentuk perintah di kehidupan nyata karena orang Jepang umumnya terlalu sopan untuk menggunakannya. Lalu, gaya bicara ini hampir tidak digunakan oleh perempuan yang lebih cenderung memilih 「なさい」 atau mengucapkan 「くれる」 secara emosional saat marah atau kesal. Kegunaan utama mempelajari bentuk ini hanyalah untuk memahami media seperti komik dan film. Mungkin kamu sudah sering mendengar 「死ね!」 ("Mati kau!") di film atau manga, yang tentunya tidak pernah kamu dengar di kehidupan nyata. (semoga!)
Catat bahwa selain 「する」 dan 「くる」, bentuk perintah 「くれる」 juga tidak beraturan.
Aturan membuat bentuk perintah
  • verba-ru - Ganti 「る」 dengan 「ろ」
  • verba-u - Ganti hiragana terakhir dari suara / u / ke suara / e /
  • Perkecualian - 「する」 menjadi 「しろ」, 「くる」 menjadi 「こい」, 「くれる」 menjadi 「くれ」


Contoh verba-ru
DasarPerintah
食べ 食べ
 着
信じ 信じ
 寝
起き 起き
 出
掛け 掛け
捨て 捨て
     Contoh verba-u
DasarPerintahローマ字ローマ字 (Per.)
 話 hanasu hanase
 聞 kiku kike
 遊 asobu asobe
 待 matu mate
 飲 nomu nome
 直 naoru naore
 死 shinu shine
 買 kau kae
     Verba perkecualian
DasarPerintah
する しろ
くる こい
くれる くれ

Contoh
(1) 好きにしろ。- Lakukan sesuka kamu! (Terserah deh mau ngapain!) 
(2) あっち行け!- Pergi sana! 
(3) 早く酒を持ってきてくれ。- Cepat ambilkan aku sake!
Bentuk perintah negatifnya sangat mudah: kamu tinggal menempelkan 「な」 ke verba apapun. Namun ini berbeda dengan gobi 「な」 yang akan kita pelajari belakangan. Intonasinya sama sekali berbeda.
Menggunakan bentuk perintah negatif
  • Tempelkan 「な」 ke akhir verba.
  • 例) 行く → 行く
  • 例) する → する

Contoh
(1) それを食べる!- Jangan makan itu! 
(2) 変なことを言う!- Jangan mengatakan hal-hal aneh!
Jangan juga terbalik-balik antara ini dengan versi singkat 「~なさい」 yang baru saja kita pelajari. Beda utamanya (selain intonasinya yang juga jelas berbeda) adalah bahwa pada 「~なさい」 verbanya pertama diubah ke bentuk akar, namun pada perintah negatif verbanya dibiarkan apa adanya. Sebagai contoh, untuk 「する」, 「しな」 adalah versi pendek dari 「しなさい」 sedangkan 「するな」 adalah perintah negatif.

keiyoshi (kata Sifat)


Kata Sifat

青い(aoi) = biru
緑の色 (midori no iro) = hijau
黒い(kuroi) = hitam
桃色の, ピンク色の (momoiro no, pinkuiro no) = merah muda, merah jambu
赤い(akai) = merah
オレンジ色の (orenji iro no) = orange
白い (shiroi) = putih
濃い(koi) = gelap ;pekat
淡い (awai) = terang

benda = mono (物)
ringan  = awai (淡い)
seperti bidadari = tenshiteki na (天使的な)
suci = seijin no you na(聖人の様な)
bagus =  ii (いい)
bagus = koukyuu na (高級な)
jelek, buruk = iya na (いやな)
kejahatan = warui (悪い)
keham, jahat = akumateki na (悪魔的な)
jahat, jahanam = akumateki na( 悪魔的な)
besar = ookii (大きい)
sedang = chuugurai no (中位の)
kecil = chiisai (小さい)
tinggi = se ga takai (背か高い)
panjang = nagai (長い)
pendek = se no hikui (背の低い)
tipis = usui (薄い)
bundar = marui (丸い)
oval = daenkei na (だ円形な)
persegi seihoukei 正方形
segitiga sankakkei no 三角形の
persegi panjang chouhoukei no 長方形の
miring, bengkok magatta 曲った
lurus massugu no 真っ直ぐの
berbelok magatta 曲った
berliku-liku magatta 曲った
cepat hayai 速い
lambat yukkuri ゆっくり
luas, lapang hiroi 広い
mahal kouka na 高価な
murah yasui 安い
keras, kencang ookii 大きい
diam shizuka na 静かな
ribut, berisik urusai うるさい
muda wakai 若い
tua furui 古い
rapih kichin to shita きちんとした
tidak rapih chirakatta 散らかった
berantakan chirakashita 散らかした
kotor yogoreta 汚れた
menyenangkan omoshiroi 面白い
membosankan taikutsu na 退屈な

makanan dan minuman tabemono to nomimono 食べ物 と 飲み物
enak oishii おいしい
beraroma kaori no yoi 香りのよい
lunak ajike nai 味気ない
pahit nigai 苦い
panas atsui 暑い
asin shoppai しょっぱい
asam suppai 酸っぱい
pedas supaisu no kiita スパイスの利いた
manis amai 甘い

keras katai 堅い
keras, kuat katai 固い
halus, lembut yawarakai 柔らかい
licin nameraka na 滑らかな
kasar arai 粗い
keras, kaku magaranai 曲らない
fleksible mageyasui 曲げやすい
tidak kuat shinayaka na しなやかな
tajam yoku kireru よく切れる
runcing surudoi 鋭い
tumpul kirenai 切れにい
tumpul saki ga futoi 先が太い
berujung tajam togatta とがった
memantulkan cahaya hansha na 反射な
bersinar tsuyatsuya no つやつやの
tidak temus cahaya, buram futoumei na 不透明な
jelas akiraka na 明らかな
terang, cemerlang akarui 明るい
pedar kurai 暗い
terang awai 淡い
gelap koi 濃い

emosi  kanjou 感情
marah okotta 怒った
bahagia ureshii うれしい
senang ureshii うれしい
melankolis yuuutsu 憂うつ
sedih kanashii 悲しい
kecewa douten shita 動転した
sangat bahagia mugamuchuu ni natta 無我夢中になった
puas, senang manzoku shite 満足して
malu haji na 恥な
khawatir shinpai shite iru 心配している
takut kowagaru 怖がる

orang-orang jin 人
tua furui 古い
muda wakai 若い
tinggi se ga takai 背か高い
pendek se no hikui 背の低い
cantik utsukushii 美しい
jelek minikui 醜い
bahagia ureshii うれしい

besar ookii 大きい
kecil chiisai 小さい

hijau midori iro no 緑色の
tentram, damai seijaku na 静寂な

Summary tentang "Keiyoushi" (kata sifat)


kata sifat (keiyoushi dan keiyoudoushi)

kata sifat dalam bhsa jepang ada 2:

1. kata sifat bentuk I (keiyoushi),biasa disebut i keiyoushi
yaitu kata sifat yg berakhiran -i

contohnya :
atsui = panas
samui = dingin
atataka(i) = hangat
fuka(i) = dalam
nemu(i) = ngantuk
utsukushi(i) = cantik,indah
dll lah bnyak bnget soalnya

2. kata sifat bentuk II (keiyoudoushi),biasa disebut na keiyoushi
yaitu kata sifat yg berakhiran ~na
contohnya:
kirei na = cantik
suki na = suka
genki na = sehat
shizuka na = sepi,tenang
dll

biasanya memakai pola kalimat : ~ ga (kata sifat)

contoh:

tenki ga ii = cuaca nya bagus
tenki ga atsui = cuaca nya panas
hana ga kirei = bunga indah
ki ga takai = pohon tinggi

untuk formal nya ditambahkan "desu" pada akhir katanya
contoh:

tenki ga ii desu
hana ga kirei desu

-bentuk negatifnya

1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "kunai"

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + kunai => atsukunai(tidak panas)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + kunai => hirokunai (tidak lebar/luas)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "ku arimasen"

atsui => atsuku arimasen
hiroi => hiroku arimasen

2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "dewa nai" ato "ja nai"

genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + ja nai => genki janai (tidak sehat)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + ja nai => kirei janai(tidak cantik)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "dewa arimasen"

genki na => genki dewa arimasen
kirei na => kirei dewa arimasen

-bentuk lampau nya

1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "katta"

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + katta => atsukatta(panas-lampau)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + katta => hirokatta (lebar/luas - lampau)

2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "datta" ato "deshita"

genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + datta => genki datta (sehat - lampau)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + datta => kirei datta (cantik - lampau)

- bentuk negatif lampau nya

1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "kunakatta"

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + kunakatta => atsukunakatta (tidak panas - lampau)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + kunakatta => hirokunakatta (tidak lebar/luas - lampau)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "ku arimasen deshita"

atsui => atsuku arimasen deshita
hiroi => hiroku arimasen deshita

2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "dewa nakatta" ato "ja nakatta"

genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + ja nakatta => genki ja nakatta (tidak sehat - lampau)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + ja nakatta => kirei ja nakatta (tidak cantik - lampau)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "dewa arimasen deshita"

genki na => genki dewa arimasen deshita
kirei na => kirei dewa arimasen deshita

*Ada bbrapa kata sifat yang berakhiran ~ei tetapi bukan masuk kata sifat golongan I melainkan golongan ke II, padahal berakhiran i
contoh :
kirei = cantik
burei = ga sopan
dll

Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu
kata sifat part II (final part)

penyambungan kata sifat dengan jenis kata yang laen:

1.kata sifat + kata sifat

-buat adjektif yg berakhiran i (keiyoushi), hilangkan i diakhir kata nya, lalu ditambahkan "kute" (istilahnya bisa dibilang bentuk te nya kata sifat gtu)
contoh:

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" lalu ditambahkan "kute" jadinya atsu(kute)

samui=>hilangkan "i" nya jadinya "samu" lalu tambahkan "kute" jadinya samu(kute)

dll

nah sekarang pralteknya
ambil contoh:

menarik n menyenangkan

menarik = omoshiroi
menyenangkan = tanoshii

maka jadinya:
omoshiroi + tanoshii => omoshirokute tanoshii

cantik n ramah

cantik = utsukushii
ramah = shinsetsu na

maka jadinya
utsukushii + shinsetsu na => utsukushikute shinsetsu na

- buat kata sifat II (na keiyoushi), cukup ubah "na" menjadi "de"

kirei na =>hilangkan "na", jd "kirei" aja kan habis itu tambahin "de"-->kirei de
genki na =>hilangkan "na", jd "genki" aja kan habis itu tambahin "de"-->genki de

nah sekarang pralteknya
ambil contoh:

shizuka na(tenang) + suzushii (sejuk) =>shizuka de suzushii (tenang n sejuk)

nigiyaka na(rame)+atsui (panas )=>nigiyaka de atsui (rame n panas)

2. kata sifat + kata benda

- untuk kata sifat I maupun kata sifat II tidak mengalami perubahan apa2

contoh:

atsui (panas ) + machi (kota) ==> atsui machi = kota yang panas
omoshiroi (menarik) + hon (buku) ==> omoshiroi hon = buku yg menarik
nigiyaka na (rame) + gakkou ( sekolah) ==> nigiyaka na gakkou = sekolah yang rame
suki na (suka) + hito (orang) ==> suki na hito = orang yg disukai

3. kata sifat + kata kerja

- untuk kata sifat(gw singkat jd K.S aja deh) I, hilangkan "i" trus diganti "ku"

atsui : atsu+ ku -->atsuku
hayai : haya + ku ---> hayaku

contoh :

atsui(panas ) + suru(melakukan) ==> atsuku suru = memanaskan
hayai(cepat) + hashiru(berlari) ==> hayaku hashiru = berlari dgn cepat

- untuk K.S II, ubah "na" menjadi "ni"

genki na : genki + ni ==>genki ni
kirei na : kirei + ni ==> kirei ni

contoh:
genki na(sehat) + ikiru(hidup) ==> genki ni ikiru = hidup dengan sehat
kirei na(cantik,indah) + kaku (menulis) ==>kirei ni kaku = menulis dgn bgus/rapi

Tapi ingat, penyambungan di atas berlaku hanya untuk kalimat yg mengandung kesan makna yg sejenis
misalnya :

omoshiroi (menarik)-->terkesan positif dan shinsetsu (ramah)-->terkesan positif = positif ama positif

atsui (panas )-->terkesan negatif dan nigiyaka (rame)-->terkesan negatif =negatif ama negatif

bagaimana kalo buat kata sifat dengan kesan makna yg berbeda?
untuk hal ini digunakan partikel ga yang mengandung makna tetapi

ok..perhatikan

contoh:
takai (mahal) -->terkesan negatif + oishii(enak)--> terkesan positif
maka menjadi takai ga oishii desu --> mahal tetapi enak

kirei na (cantik) -->positif + hidoi (kejam)-->negatif
maka menjadi kirei ga hidoi desu --> cantik tetapi kejam

==============================
beberapa kosakata kata sifat :

aoi = biru
akai = merah
atatakai = hangat (bisa buat benda atau udara)
atarashii = baru
atsui = tebal
atsui = panas (buat benda atau udara)
amai = manis
ii / yoi = bagus, baik
isogashii = sibuk
itai = sakit
usui = tipis
ookii = besar
osoi = lambat
omoi = berat
omoshiroi = menaik
karai = pedas
karui = ringan
kawaii = imut,cute
kiiroi = kuning
kitanai = kotor
kirai na = benci
kirei na = cantik
samui = dingin (udara)
shizuka na = sepi / sunyi
shiroi = putih
suki na = suka
suzushii = sejuk
semai = sempit
takai = mahal , tinggi
tanoshii = menyenangkan
chikai = dekat
tsumaranai = membosankan
tsumetai = dingin (benda)
tsuyoi = kuat
tooi = jauh
nagai = panjang
nigiyaka na = ramai
hayai = cepat
hikui = rendah
hiroi = lebar
futoi = gemuk
furui = tua / lama
heta na = kurang pandai
hoshii = ingin
hosoi = langsing /kurus
mazui = tidak enak
marui = bulat
mijikai = pendek
muzukashii = sulit/susah
yasashii = mudah , baik hati
yasui = murah
yuumei na = terkenal
wakai = muda
warui = jelek

Basic Grammar IV (end)


I. dore vs dochira
dore ga ~ desu ka
dochira ga ~ desu ka
dore dan dochira mempunyai arti yang sama yaitu "yang mana".
apabila memilih barang yang lebih dari 2 digunakan "dore"
apabila memilih barang yang cuma 2 digunakan "dochira"
untuk menjawabnya si lawan bicara menggunakan kore, sore, are (tergantung letak benda nya)
dan disertai partikel "ga" juga
contoh:
keadaannya disitu ada banyak tas
A : dore ga anata no kaban desu ka? (yang mana tas mu?)
B : kore ga watashi no kaban desu (yg ini tas saya)
keadaannya disitu ada dua tas aja
A : dochira ga anata no kaban desu ka? (yang mana tas mu?)
B : kore ga watashi no kaban desu (yang ini tas saya)
apakah dore dan dochira bisa diletakan di tengah? yup bisa :)
tapi bukan memakai partikel "ga" melainkan "wa"
contoh:
A : anata no kaban wa dore/dochira desu ka
B : (watashi no kaban wa) kore desu
------------------------
sekedar info :
apabila kata tanya diletakkan di depan maka partikel yang digunakkan harus partikel "ga"
contoh:
nani ga arimasu ka
dore ga suki desu ka
dochira ga anata no mono desu ka
donna hon ga kaitai desu ka
- dll
--------------------------
II. misc (sono ta)
- kata bilangan (part II) (100-10000)
100 = hyaku (bukan ichi hyaku)
101 = hyaku ichi
130 = hyaku san juu
200 = ni hyaku
300 = sanbyaku dibacanya sambyaku (bukan san hyaku)
400 = yon hyaku (bukan shi hyaku)
500 = go hyaku
600 = roppyaku (bukan roku hyaku)
700 = nana hyaku (bukan shichi hyaku)
800 = happyaku (bukan hachi hyaku)
900 = kyuu hyaku (bukan ku hyaku)
* ini juga sama, pke cara kyk di Indo
contoh:
567 = lima ratus (go hyaku) enam puluh (roku juu) tujuh (nana)
jadi nya==> go hyaku roku juu nana
1000 = sen (bukan ichi sen)
2000 = ni sen
3000 = sanzen (bukan sansen)
4000 = yonsen (bukan shisen)
5000 = gosen
6000 = rokusen
7000 = nanasen (bukan shichisen)
8000 = hassen (bukan hachisen)
9000 = kyuusen (bukan kusen)
3845 = tiga ribu (sanzen) delapan ratus (happyaku) empat puluh (yon juu) lima (go)
jadi nya ==> sanzen happyaku yon juu go
10000 = ichi man (bukan man)
- tahun dalam bahasa jepang
tahun dalam bahasa jepang berformat (angka) + nen
jadi:
tahun 2009 = ni-sen-kyuu nen
tahun 1990 = sen-kyuu-hyaku-kyuu-juu nen
tahun 2010 = ni-sen-juu nen
tahun 2011 = ni-sen-juu-ichi nen
di grammar basic III-2 dikasih tahu bahwa penulisan tanggal bulan tahun di jepang berbeda
dengan di indonesia yaitu berformat:
(tahun) - (bulan) - (tanggal) - (hari)
ambil contoh:
kamis, 6 januari 2011
kamis = mokuyoubi
tanggal 6 = muika
januari = ichigatsu
tahun 2011 = ni-sen-juu-ichi nen
jadi bahasa jepangnya
dimulai dari tahun dulu yaitu:
ni-sen-juu-ichi nen ichigatsu muika mokuyoubi
- kata bantu bilangan (josuushi)
dalam bahasa jepang ada bermacam2 kata bantu bilangan, sama seprti bahasa indo juga yaitu
~buah, ~batang, ~unit, dll
hmm dripada jelasin pajang lebar, langsung aja yah
1. ~ mai
digunakan untuk menghitung benda yang bentuk nya tipis kyk kertas, triplek, koin, dll
kalo dlm bhsa indo bisa diartikan ~lembar (untuk kertas)
1 = ichimai
2 = nimai
3 = sanmai
4 = yonmai
5 = gomai
6 = rokumai
7 = nanamai
8 = hachimai
9 = kyuumai
10= juumai
dst
untuk nanya nya digunakan nan mai (berapa lembar)
2. ~dai
digunakan untuk menghitung benda yang bentuknya elektronik ato mesin,kayak mobil, motor,komputer,televisi, dll
dlm bhsa indo bisa diartikan ~unit
1 = ichidai
2 = nidai
3 = sandai
4 = yondai
5 = godai
6 = rokudai
7 = nanadai
8 = hachidai
9 = kyuudai
10= juudai
dst
untuk nanya nya digunakan nan dai (berapa unit)
3. ~hon (bacanya hong)
digunakan untuk menghitung benda yang bentuknya batangan, kyk rokok, pulpen, pensil, dll
dlm bhsa indo bisa diartikan ~batang
1 = ippon (bacanya ippong)
2 = nihon (nihong)
3 = sanbon (sambong)
4 = yonhon
5 = gohon
6 = roppong
7 = nanahon
8 = happon
9 = kyuuhon
10= jippon
dst
untuk nanya nya digunakan nan bon (berapa batang)
4. ~hiki
digunakan untuk menghitung binatang yang bentuknya kecil, kyk semut, ayam, serangga, dll
dlm bhsa indo bisa diartikan ~ekor
1 = ippiki
2 = nihiki
3 = sanbiki
4 = yonhiki
5 = gohiki
6 = roppiki
7 = nanahiki
8 = happiki
9 = kyuuhiki
10= jippiki
dst
untuk nanya nya digunakan nan biki (berapa ekor)
5. ~hai
digunakan untuk menghitung jumlah gelas dalam minuman
dlm bhsa indo bisa diartikan ~gelas/cangkir
1 = ippai
2 = nihai
3 = sanbai
4 = yonhai
5 = gohai
6 = roppai
7 = nanahai
8 = happai
9 = kyuuhai
10= jippai
dst
untuk nanya nya digunakan nan hai (berapa gelas/cangkir)
6. ~satsu
digunakan untuk menghitung jumlah buku, kyk buku tulis, buku pelajaran, buku cetak, dll
dlm bhsa indo bisa diartikan ~buku
1 = issatsu
2 = nisatsu
3 = sansatsu
4 = yonsatsu
5 = gosatsu
6 = rokusatsu
7 = nanasatsu
8 = hassatsu
9 = kyuusatsu
10= jisatsu
dst
untuk nanya nya digunakan nan satsu (berapa buku)
7. ~nin
digunakan untuk menghitung orang
dlm bhsa indo bisa diartikan ~orang
1 = hitori
2 = futari
3 = sannin
4 = yonnin
5 = gonin
6 = rokunin
7 = nananin
8 = hachinin
9 = kyuunin
10= juunin
dst
untuk nanya nya digunakan nan nin (berapa orang)
8. ~kai
kata bantu bilangan ini punya dua fungsi yaitu:
1.digunakan untuk menghitung frekuensi
dlm bhsa indo bisa diartikan ~kali
2.digunakan untuk menghitung tingkat dalam bangunan
dlm bhsa indo bisa diartikan tingkat~ ato lantai~
bacanya sama cuman yang membedakan adalah kanji nya :)
1 = ikkai
2 = nikai
3 = sankai (untuk lantai 3 dipergunakan "sangai")
4 = yonkai
5 = gokai
6 = rokkai
7 = nanakai
8 = hakkai
9 = kyuukai
10= jikkai
dst
untuk nanya nya digunakan nan kai (berapa kali), nan gai (lantai berapa)
9. ~sai
digunakan untuk menghitung umur
dlm bhsa indo bisa diartikan ~tahun
1 = issai
2 = nisai
3 = sansai
4 = yonsai
5 = gosai
6 = rokusai
7 = nanasai
8 = hassai
9 = kyuusai
10= jissai
dst
*untuk umur 20 tahun yaitu hatachi (bukan nijissai)
untuk nanya nya digunakan nan sai (berapa tahun umurnya)
untuk lebih formal digunakan "oikutsu desu ka"
10. ~tou
digunakan untuk menghitung binatang yang bentuknya besar, kyk gajah, kerbau, sapi, dll
dlm bhsa indo bisa diartikan ~ekor
1 = ittou
2 = nitou
3 = santou
4 = yontou
5 = gotou
6 = rokutou
7 = nanatou
8 = hattou
9 = kyuutou
10= juutou
dst
untuk nanya nya digunakan nan tou (berapa ekor)
------------------------------------------------------
nah di pelajaran basic III-1 sudah diajarkan bentuk arimasu dan imasu kan
sekarang akan diterapkan bersamaan dengan kata bantu bilangan :)
ingat kata bantu bilangan ini diletakan sebelum kata "arimasu" dan "imasu"
dengan pola :
~ ni ~ ga (kata bantu bilangan) arimasu / imasu
contoh:
di kamar saya ada dua buah televisi
jadinya : watashi no heya ni terebi ga nidai arimasu
uchi ni hito ga futari imasu
di rumah ada dua orang
watashi wa hon ga sanbon arimasu
saya punya 3 buah buku

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons