June 25, 2012

Kenapa Orang Jepang Lebih Memilih Hewan Peliharaan? [Bagian 2]

Industri hewan peliharaan di Jepang diperkirakan bernilai lebih dari ¥1 triliun (atau sekitar Rp. 100 triliun) per tahun. Dari toko yang menjual hewan, toko makanan dan aksesoris, tempat pemandian air panas bersama hewan, kelas yoga bersama hewan, studio foto khusus hewan, sampai restoran dimana anjing dan kucing boleh makan bersama di meja makan, semuanya tersedia disini.

Anjing-anjing kecil seperti dachshund mini, pudel dan chihuahua sangatlah populer karena kebanyakan orang di Tokyo, salah satu kota yang paling padat penduduknya di dunia, tinggal di apartemen kecil. 


Jika di postingan kemarin kita berbicara dari sudut pandang orang kaya, lain lagi cerita dari Jiro Akiba, seorang karyawan swasta biasa.

Dalam apartemennya di pinggiran kota Tokyo, Jiro Akiba sedang memberi makan anjingnya yang bernama Kotaro, sebuah dachshund mini yang beratnya hanya 3,4 kg. Arti nama Kotaro adalah anak sulung. "Dia seperti bayi pertama bagi kami, jadi itu sebabnya kami memutuskan untuk memanggilnya Kotaro," kata Jiro. "Saya rasa bagus untuk memiliki anjing jika anda tidak punya bayi, karena sangat menyenangkan untuk merawatnya seperti bayi."

Jiro sangat menginginkan seorang anak, tapi istrinya ingin tetap bekerja. "Dalam masyarakat Jepang, sangat sulit bagi wanita untuk memiliki bayi sekaligus mempertahankan pekerjaan... jadi pacar saya memutuskan untuk tidak memiliki bayi, dan itulah mengapa kami memiliki seekor anjing sebagai gantinya."

Jiro menambahkan bahwa solusi seperti ini sangatlah masuk akal secara ekonomi, mengingat biaya hidup di Tokyo yang tinggi, pajak yang tinggi dan gaji yang tidak naik-naik. Wajar saja jika banyak pasangan suami-istri yang kemudian lebih memilih anjing atau kucing untuk dipelihara.

Memang, stagnasi ekonomi Jepang telah memukul banyak orang. Lebih dari 10 juta orang berusia antara 20 dan 34 tahun masih tinggal dengan orangtua mereka. Mereka tidak mampu untuk membeli atau mengontrak rumah sendiri, mereka tidak mampu untuk menikah dan memulai sebuah keluarga.

Angka kelahiran di Jepang menurun drastis dalam satu dekade terakhir dan usia rata-rata penduduk Jepang terus mendaki. "Kami menyadari bahwa kami hidup di masa yang berbahaya," kata wakil direktur Institut Nasional Penelitian Populasi, Ryuichi Kaneko. "Banyak anak muda yang ragu-ragu untuk punya anak sekarang."  


Penduduk Jepang memiliki harapan hidup terpanjang di dunia. Jika ditambah dengan angka kelahiran yang terus merosot tajam, berarti Jepang sedang menyimpan bom waktu. Bayangkan kalau bom ini meledak, maka kita hanya bisa melihat kakek-kakek dan nenek-nenek di mall. Tidak ada anak muda.

Jadi, kenapa orang Jepang lebih memilih hewan peliharaan?


Bagi orang kaya, hewan peliharaan tidak cerewet, tidak merengek, dan tidak menangis-nangis, cocok untuk menjadi teman bermain kapan saja. Bagi orang yang berpenghasilan pas-pasan, hewan tidak terlalu mahal dan tidak ribet untuk dipelihara.



Hewan Peliharaan = Petto / ペット

Kenapa Orang Jepang Lebih Memilih Hewan Peliharaan? [Bagian 1]

Di lingkungan yang serba mahal di pusat kota Tokyo, Toshiko Horikoshi sedang bersantai dengan memainkan grand piano-nya. Dia adalah seorang ahli bedah mata yang cukup sukses. Dia memiliki sebuah apartemen mewah, mobil Porsche dan dua hewan peliharaan: Tinkerbell, seekor chihuahua, dan Ginger, pudel. 


"Pemilik anjing di Jepang menganggap anjing seperti anak kecil," kata Toshiko. "Saya tidak punya anak, jadi saya benar-benar mencintai dua anjing saya."

Banyak wanita Jepang seperti Toshiko yang lebih memilih hewan peliharaan ketimbang menjadi 'orangtua beneran' alias orangtua yang memiliki bayi sungguhan. Yang mengejutkan; saat ini Jepang memiliki lebih banyak hewan peliharaan daripada anak-anak. Perkiraan resmi menyebutkan populasi hewan peliharaan berada di kisaran 22 juta ekor, tetapi hanya ada 16,6 juta anak di bawah usia 15 tahun.

Tinkerbell dan Ginger memiliki kamar mereka sendiri dan lemari penuh pakaian yang ber-merk. Mereka memiliki gaun, jas, topi, kacamata hitam dan bahkan sepatu kecil. Toshiko mengajak anjing-anjingnya berbelanja saat akhir pekan dan biasa membelikan mereka pakaian baru setiap musim.

Di Jepang, desainer-desainer terkenal seperti Chanel, Dior, Hermes dan Gucci banyak menjual produk-produk untuk anjing dan kucing. Contohnya saja satu set kaos dan celana anjing bisa dijual dengan harga Rp. 2 juta.  


Di Tokyo, lebih mudah untuk seseorang menemukan sebuah tempat penitipan hewan daripada mencari tempat khusus bayi. Jika ada yang mau pergi berlibur, mereka dapat membayar ¥8.000 (atau sekitar Rp. 800.000) per malam untuk menitipkan anjing mereka di hotel anjing.

Untuk ¥5.000 atau sekitar Rp.500.000 per sesi, seekor anjing bisa mendapatkan pelajaran berenang, bersantai mandi busa, dipijat menggunakan minyak aromaterapi dan layanan manicure. Ada juga kuil dimana anjing dan kucing yang mati dikuburkan dengan upacara ala agama Buddha; pemakaman mewah dan upacara kremasi yang lengkap bisa menelan biaya lebih dari ¥650.000 atau sekitar Rp. 65.000.000,-.


"Saya melihat banyak orang yang berduka lebih dalam untuk hewan peliharaan mereka daripada untuk orang tua atau kakek-nenek mereka," kata seorang pendeta di sebuah kuil di pinggiran kota Tokyo. "Hal ini karena mereka menganggap hewan peliharaan seperti anak mereka sendiri, jadi mereka seperti kehilangan seorang anak."


Tidak bisa dipungkiri lagi; negeri sakura ini adalah salah satu tempat di muka bumi dimana anjing dan kucing bisa hidup lebih layak daripada manusia. 


Hewan Peliharaan = Petto / ペット

June 23, 2012

[Trailer] Film Rurouni Kenshin / Samurai X

Sudah tahu kalau film live-action Rurouni Kenshin akan segera beredar? Klik disini untuk baca postingan. 


Trailer 1
Trailer 2


June 21, 2012

LIRIK LAGU SCANDAL NAMIDA NO REGRET+TERJEMAHAN




Namida No Regret


Namida no rigureto
Egao kara koboreta
Natsui iruno machi
Kagayaku kara
Sayonara no kawarini
Chiisaku unazuite
Bokutachi wa aruki hajimeru
Wasuo matsu tonari de
Yugure sotto narande mitta
Warukunai ne koibito ni mieru
kana
Mado garasu ni utsuta
Futatsu no kage chigireru youni
Bokutachi wa, otonani natte
yuku
Akira me no warui shouden
datte
Itazura ni hanasu youto gao ni
Me wo tojita kedo wakatteru
tsumori
Namida wa kanashimi no
Soba ni aru dake janai
Ima konna ni mo itoshiku naru
Hajimari no sayonara
Iena katta yakusoku
Bokutachi wa aruki hajimeru
Denwa suru te itetta
Utsuzuki ga te wo furutte iru
Osana najimi mitaina mono
darou te
Sonde mimi bu imama de
Tokai ne kurashite yukeru no
Koraeteru hazuna noni
Namida no rigureto
Egao kara koboreta
Natsui iruno machi
Kagayaku kara
Sayonara no kawarini
Chiisaku unazuite
Bokutachi wa aruki hajimeru
Hontou wa tsuyogari no jibun ga
Kirai ni naru souna kiri yo
Muukurito furikaeru
Kimi no koe ga kikoeta
Kanau ka wakaranai
Demo yuku shikanai darou
Sonna koto shitte miru kara
Namida ni kakuretteru
Kotoba tachi ga kikoeru
Itsuka kanarazu kurushiku naru
Hontou ni sayonara
Modorenai yakusoku wo
Bokutachi wa kakaete yuku noni
Natsu iru no mama kieta

Translate to bhs. indonesia


Air Mata Penyesalan


Air mata penyesalan
Tumpah setelah aku tersenyum
Karena musim panas bersinar
terang di kota ini
Daripada mengucapkan selamat
tinggal
Kita memberikan anggukan
kecil
Dan mulai berjalan menjauh
Ketika aku menunggu
datangnya bus
Senja meraya perlahan
Tak ada yang salah dengan itu,
kan?
Aku bertanya, apa kita terlihat
seperti pasangan?
Di kaca jendela
Aku melihat bayangan terkoyak
kita berdua
Kita mencoba untuk tumbuh
besar
Seperti anak nakal yang
menyerah
Kau bercanda tentang putus
Dengan wajah menggoda
Aku ingin tahu apa yang kau
pikirkan
Bahkan dengan mata tertutup
Air mataku bukan tentang
patah hati
Sekarang aku menangis karena
aku masih mencintaimu
Ketika kita mulai mengucapkan
selamat tinggal
Aku tak bisa berjanji padamu
bahwa kita akan mulai berjalan
Kau mengatakan,
“Aku akan menghubungimu.”
Lambaian perpisahan
Tapi aku tahu kau berbohong
padaku
Aku mungkin…
Tidak lebih dari teman kecil
bagimu
Aku masih benci mendengar
Bahwa aku harus bertahan
hidup di kota ini
Air mata penyesalan
Tumpah setelah aku tersenyum
Karena musim panas bersinar
terang di kota ini
Daripada mengucapkan selamat
tinggal
Kita memberikan anggukan
kecil
Dan mulai berjalan menjauh
Aku mulai merasa bahwa aku
mulai membenci diriku
Karena berpura-pura menjadi
kuat
Ketika aku berbalik perlahan
Aku mendengar suaramu
Aku tak tahu apakah
harapanku akan menjadi nyata
Tapi ku rasa aku harus
bergerak maju
Karena itu yang ku tahu
Aku bisa mendengar kata-kata
Tersembunyi di balik air mata
Aku tahu suatu hari ini akan
menyakitkan bagiku
Apa ini benar-benar
perpisahan?
Itu janji yang tak bisa kita tarik
La la la…
Warna musim panas
menghilang

Upacara minum teh



(茶道, sadō, chadō, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯, chatō?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.
Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.
Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.
Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.

chanoyu2

Kosakata kata sifat (basic)


kata sifat I (i keiyoushi)
---------------------------
青い (あおい)-aoi- = biru
赤い (あかい)-akai- = merah
(あさい)-asai- = dangkal
 暖かい (あたたかい)-atatakai- = hangat
新しい (あたらしい)-atarashii- = baru
暑い (あつい)-atsui- = panas(udara)
熱い (あつい)-atsui- = panas(benda)
厚い (あつい)-atsui- = tebal
危ない (あぶない)-abunai- = bahaya
甘い (あまい)-amai- = manis
いい-ii- = baik / bagus/ ok
よい-yoi- = baik/ bagus
忙しい (いそがしい)-isogashii- = sibuk
痛い (いたい)-itai- = sakit
美しい (うつくしい)-utsukushii- = cantik/indah
薄い (うすい)-usui- = tipis
うまい-umai- = enak/lancar
うるさい-urusai- = ribut/berisik
うれしい-ureshii- =senang/bahagia
おいしい-oishii- = enak
大きい (おおきい)-ookii- = besar
多い (おおい)-ooi- = banyak
おかしい-okashii- = aneh
遅い (おそい)-osoi- = lambat
重い (おもい)-omoi- = berat
おもしろい-omoshiroi- = menarik
硬い/固い(かたい)-katai- = keras
辛い (からい)-karai- = pedas
軽い (かるい)-karui- = ringan
悲しい (かなしい)-kanashii- = sedih
かわいい-kawaii- = imut/lucu
黄色い (きいろい)-kiiroi- = kuning
厳しい (きびしい)-kibishii- = ketat (peraturan/pengajaran)
汚い (きたない)-kitanai- = kotor
暗い (くらい)-kurai- = gelap
黒い (くろい)-kuroi- = hitam
細かい (こまかい)-komakai- = rinci
怖い (こわい)-kowai- =takut
寂しい (さびしい)-sabishii- = sepi(perasaan)
寒い (さむい)-samui- = dingin (udara)
白い (しろい)-shiroi- = putih
すくない-sukunai- = sedikit
すごい-sugoi- = hebat
すばらしい-subarashii- = menakjubkan
涼しい (すずしい)-suzushii- = sejuk
鋭い(するどい)-surudoi-
狭い (せまい)-semai- = sempit
高い (たかい)-takai- = tinggi
たかい -takai- = mahal
正しい (ただしい)-tadashii- = benar
楽しい (たのしい)-tanoshii- = menyenangkan
小さい (ちいさい)-chiisai- = kecil
近い (ちかい)-chikai- = dekat
つまらない-tsumaranai- = bosan/membosankan
冷たい (つめたい)-tsumetai- = dingin(benda)
強い (つよい)-tsuyoi- = kuat
遠い (とおい)-tooi- = jauh
長い (ながい)-nagai- = panjang(benda) / lama(waktu)
苦い (にがい)-nigai- = pahit
鈍い(にぶい)-nibui- = tumpul / lemah
眠い (ねむい)-nemui- = ngantuk
恥ずかしい (はずかしい)-hazukashii- = malu
早い/速い (はやい)-hayai- = cepat
ひどい-hidoi- = kejam
広い (ひろい)-hiroi- = luas
深い (ふかい)-fukai- = dalam
太い (ふとい)-futoi- = gemuk
古い (ふるい)-furui- = tua / usang / lama
欲しい (ほしい)-hoshii- = ingin
細い (ほそい)-hosoi- = langsing/slim
まずい-mazui- = ga enak (makanan) / gawat (situasi)
丸い (まるい)-marui- = bulat / bundar(kyk bola/butiran)
円い( まるい)-marui- = bulat (lingkaran ato benda yang pipih kyk koin, dsb)
短い (みじかい)- mijikai- = pendek
難しい (むずかしい)-muzukashii- = sukar/sulit
珍しい (めずらしい)-mezurashii- =aneh / ga biasa / ga wajar
易しい (やさしい)-yasashii- = gampang/mudah
優しい (やさしい)-yasashii- = baik/ramah (orang)
安い (やすい)-yasui- = murah
柔らかい (やわらかい)-yawarakai- = lembek/lunak
よろしい-yoroshii- = bentuk sopan dari "ii/yoi"
弱い (よわい)-yowai- = lemah
若い (わかい)-wakai- = muda
悪い (わるい)-warui- = jelek/jahat


kata sifat II (na keiyoushi)
-------------------------------
安心 (あんしん)-anshin- = hati lega / lega
安全 (あんぜん)-anzen- = aman
簡単 (かんたん)-kantan- = mudah/gampang
危険 (きけん)-kiken- = bahaya
元気 (げんき)-genki- = sehat
嫌い (きらい)-kirai- = benci/sebel
きれい-kirei- = bersih/indah/cantik
静か (しずか)-shizuka- = tenang/sunyi
自由 (じゆう)-jiyuu- = bebas
親切 (しんせつ)-shinsetsu- = ramah
上手 (じょうず)-jouzu- = pandai(skill/keterampilan)
丈夫 (じょうぶ)-joubu- = kuat
好き (すき)-suki- = suka
大好き (だいすき)-daisuki- = suka sekali/paling disukai
大切 (たいせつ)-taisetsu- = penting
丁寧 (ていねい)-teinei- = sopan
にぎやか-nigiyaka- =rame
特別 (とくべつ)-tokubetsu- = khusus
必要 (ひつよう)-hitsuyou- = penting
暇 (ひま)-hima- =  senggang / luang
便利 (べんり)-benri- = praktis
有名 (ゆうめい)-yuumei- = terkenal

penggunaan tenses / waktu pada "TOKI"


penggunaan tenses / waktu pada "TOKI"

"TOKI" menunjukkan waktu pada saat melakukan suatu perbuatan atau aktivitas.Dalam bhsa indo berarti "ketika~" "pada saat~" "saat~"

pembentukannya :

kata krja bntuk dasar + toki
contoh:
taberu toki = saat makan
iku toki = saat pergi
yonda toki = saat membaca (lampau)

kt sifat I + toki
contoh:
atsui toki = saat panas
kanashii toki = saat sedih

kt sifat II na + toki
contoh:
genki na toki = saat sehat
hima na toki = saat senggang

kata benda no + toki
contoh:
kodomo no toki = saat masih anak2

tapi disini ga dibahas mengenai pembentukan dan teorinya, yg dibahas disini cuma penggunaan tenses nya yaitu penggunaan menurut waktu

perhatikan contoh kalimat dibawah ini :

1. nihon e iku toki, jisho o kaimashita

2. nihon e itta toki, jisho o kaimashita

3. nihon e iku toki, jisho o kaimasu

4. nihon e itta toki, jisho o kaimasu

kalau di terjemah kan ke indo semuanya berarti "pada saat pergi ke jepang saya membeli kamus"
tapi yang membedakan disini adalah waktu urutan kejadiannya(tenses),langsung saja dibahas satu persatu.
dimulai dari :

1. nihon e iku toki, jisho o kaimashita

-------O-------------------X----------------|-------------------->waktu
    jisho o kau           nihon e iku        pembicara ngomong
(membeli kamus)  (pergi ke jepang)


2. nihon e itta toki, jisho o kaimashita

-------X-------------------O----------------|-------------------->waktu
    nihon e iku           jisho o kau        pembicara ngomong
(pergi ke Jepang)  (membeli kamus)


3. nihon e iku toki, jisho o kaimasu

-------|-------------------O----------------X-------------------->waktu
    pembicara         jisho o kau         nihon e iku       
     ngomong      (membeli kamus)  (pergi ke jepang)


4. nihon e itta toki, jisho o kaimasu

-------|-------------------X----------------O-------------------->waktu
    pembicara         nihon e iku         jisho o kau       
     ngomong      (pergi ke Jepang)  (membeli kamus)


acuan : 初級を教える人のための日本語文法ハンドブック

-JJ

Kata Bilangan part III & Jam (summary)


kali ini akan dibahas kata bilangan part II (melanjutkan note kata bilangan yang sebelumnya)

di Indonesia sistem digit yang digunakan adalah 3 satuan digit. Jadi setiap kelipatan 3 satuan digit maka nama satuan digit akan berubah.
contoh:

1|000 => ribu
1|000|000 => juta (kita ga bs bilang seribu ribu)
1|000|000|000 ==> milyar (kita ga bs bilg seribu juta)
1|000|000|000|000|==>trilyun (kita ga bs bilang seribu milyar)

di Jepang juga memakai konsep/teori yg sama tetapi sistem penghitungan di Jepang memakai 4 satuan digit, jadi setiap kelipatan 4 satuan digit maka nama satuan digit akan berubah.

contoh :

1|0000 => man (puluh ribu) (kita ga bs bilang juusen)
1|0000|0000 => oku (ratus juta) (kita ga bs bilang ichiman man)
1|0000|0000|0000 ==>chou (trilyun) (kita ga bs bilang sen oku)

10000 = ichiman
100000 = juu man
1000000 = hyaku man
10000000 = issen man
100000000 = ichi oku
1000000000 = juu oku
10000000000 = hyaku oku
100000000000 = sen oku
1000000000000 = itchou

contoh:

ambil bilangan 12345

maka sistem nya:
1|2345

angka 1 terletak di satuan puluhan ribu (ichiman)
angka 2345 termasuk ribuan,ratusan,puluhan ,dan satuan (nisen sanbyaku yonjuu go)

jadi ichiman nisen sanbyaku yonjuu go

746500

74|6500

angka 74 terletak di puluhan ribu (nana juu yon man)
angka 6500 termasuk ribuan,ratusan,puluhan ,dan satuan (rokusen go hyaku)

jadi nanajuuyon man rokusen go hyaku

2593882==> nihyakugojuukyuu man sanzen happyaku hachijuu ni

259|3882

angka 259 terletak di puluhan ribu (ni hyaku gojuu kyuu man)
angka 3882 termasuk ribuan,ratusan,puluhan ,dan satuan (sanzen happyaku hachijuuni)

84732910==> hassen yonhyaku nanajuu san man nisen kyuuhyaku juu
964738212==>kyuuoku rokusen yonhyaku nanajuusan man hassen nihyaku juuni
146738902517==>itchou yonsen roppyaku nanajuusan oku nisen happyaku kyuujuuman nisen gohyaku juu nana

=======================

JAM

jam itu penting dlm kehidupan sehari2, krena jam menunjukkan waktu aktivitas kita sehari2

jam dlm bahasa jepang berpola "(angka) + ji "

jam 1 = ichi ji
jam 2 = ni ji
jam 3 = san ji
jam 4 = yo ji
jam 5 = go ji
jam 6 = roku ji
jam 7 = shichi ji
jam 8 = hachi ji
jam 9 = ku ji
jam 10 = juu ji
jam 11 = juu ichi ji
jam 12 = juu ni ji

-untuk menit dalam bahasa jepang berpola (angka) + pun / fun
kenapa bisa ada 2 (yaitu fun ama pun)

ini basic nya: (ini mesti dihafal dan jgn sampe lupa)

1 menit = ippun
2 menit = ni fun
3 menit = sanpun
4 menit = yonpun
5 menit = go fun
6 menit = roppun
7 menit = nana fun
8 menit = happun
9 menit = kyuu fun
10 menit = Juppun

cukup hafalin aja basicnya ampe 10 karena ini acuan kalo menyebutkan menit yang di atas 10 (terutama pada angka 3, 4, 6, 8,10 karena pada angka tersebut terdapat perubahan bunyi)

contoh:

33 menit => 33 (san juu san) , buntutnya 3 kan, lihat 3 menit adalah "sanpun" jadinya "sanjuu sanpun" (bukan sanjuusan fun)

54 menit => 54 (go juu yon) , buntutnya 4, 4 menit (yonpun), jadinya "gojuuyonpun" (bukan gojuuyon fun)

20 menit => 20 (ni juu), berbasis 10, 10 menit (juppun), jadinya "nijuuppun" (bukan nijuufun)

dll

jadi kesimpulannya format jam dalam bahasa jepang keseluruhan yaitu:
~ ji ~ fun / pun

contoh:

jam 2 lewat 15 menit => ni ji juugo fun
jam 4 lewat 28 menit => yo ji nijuuhappun
jam 8 lewat 37 menit => hachi ji sanjuunana fun
dll

-kalau untuk menunjukkan jam ~ kurang ~ menit, yaitu dengan memakai ~ mae

contoh :
jam 9 kurang 10 menit => ku ji juppun mae
jam 7 kurang 20 menit => shichi ji nijuppun mae
jam 3 kurang 12 menit => san ji juuni fun mae

-kalau untuk menyatakan jam ~ lewat~, yaitu menggunakan ~sugi

contoh:

jam 1 lewat 7 menit => ichi ji nana fun sugi
jam 5 lewat 15 menit => go fun juugo fun sugi
jam 6 lewat 4 menit => roku ji yonpun sugi

-untuk menyatakan jam~ 30 menit, bisa menggunakan "han" :

jam 2 lewat 30 menit (jam setengah 3) => ni ji han (atau ni ji sanjuppun)
formatnya : sebutin nama jam nya baru ditambahin kata "han"

jam 4.30 (jam setengah 5) => yo ji han (atau yo ji sanjuppun)

-untuk menyatakan jam~ tepat atau pas jam~, bisa menggunakan "choudo"

jam 12 tepat (12.00) => juuni ji choudo (atau juuni ji )
jam 4 pas (4.00) => yo ji choudo
jam 7 pas (7.00) => shichi ji choudo

-untuk menanyakan waktu biasa nya menggunakan "nan ji" yang artinya "jam berapa?"

contoh:

ima wa nanji desu ka => sekarang jam berapa?
nanji ni okimashita ka => tadi bgun jam berapa?
nan ji ni tabemashita ka => tadi makan jam berapa?
nanji ni ikimasu ka => jam berapa ntar perginya?
pa-ti wa nanji desu ka => pesta nya jam berapa?
dll

kata kerja (doushi) part I (summary)


sebelum masuk ke bentuk ~masu, aku akan kasih tau jenis2 kata kerja.
Kata kerja dalam bahasa jepang terdiri dari 3 jenis (dulu kebagi 5,skg dah di ringkas jadi 3)

kata kerja dalam bhsa jepang ada 3
yaitu :

1. goudan doushi (五段動詞)
kata kerja yg berakhiran -u,-tsu,-ru,-nu,-mu,-bu,-ku,-gu,-su
contoh:
a(u) = bertemu
ma(tsu) = menunggu
suwa(ru) = duduk
shi(nu) =mati
yo(mu) = membaca
to(bu) = terbang
ka(ku) = menulis
oyo(gu) = berenang
hana(su) = bercerita /berbicara
dll

2. ichidan doushi (一段動詞)
kata kerja yang berakhiran ~iru dan ~eru
contoh :

m(iru) = melihat
ab(iru) = mandi
ok(iru) = bangun
ag(eru) = menaikan/mengangkat
ak(eru) = membuka
obo(eru) = mengingat/ingat

3. hen doushi (変動し)
cuma ada dua kata kerja yang termasuk kelompok ini, yaitu:
kuru = datang
suru = melakukan

*kenapa kata kerja ini disebut hen doushi??
hen = aneh
doushi = kata kerja
jadi perubahan pada kata kerja ini tidak beraturan, nanti kalian akan tau sendiri seiring mempelajari berbagai perubahan bentuk lain :)

cara perubahan ~masu

dimulai dari :
1. goudan doushi (五段動詞)
kata kerja yg berakhiran -u,-tsu,-ru,-nu,-mu,-bu,-ku,-gu,-su

bentuk ~masu nya, ubah ekor katanya menjadi tingkat 2 dalam tabel hiragana

lalu ditambah ~masu..bingung yah??
gini:
ambil contoh kata "au"

au memiliki ekor kata (gobi) yaitu "u" [ a(u) ], nah "u" ini diubah kedalam tingkat 2 dalam tabel hiragana deret a, i, u, e, o.

mngkin diantara kalian ada yg bingung, apa sih tingkat 2 tabel hiragana itu?
dalam hiragana kan ada urutan a, i, u, e, o lalu ka, ki, ku, ke, ko, dst
nah urutan ke 2 dari a, i, u, e, o adalah "i"..jadi nya a(i) setelah itu

baru ditambahkan "masu" maka jadilah "aimasu"

contoh lagi:
ambil contoh kata "tatsu"

tatsu memiliki ekor kata yaitu "tsu" [ ta(tsu) ], "tsu" ini diubah ke dalam tingakt dua jajaran ta, chi, tsu, te, to yaitu "chi" [ ta(chi) ] lalu kemudian ditambahkan "masu" maka menjadi "tachimasu"
dll

kalian bisa mencobanya pada kata kerja yg lain digolongan ini ^^

2. Ichidan doushi (一段動詞)
kata kerja yang berakhiran ~iru dan ~eru

nah untuk mengubah bentuk ~masu dibagian ini simpel bget
cukup mengganti "ru" menjadi "masu"

contoh:
m(iru) =>"ru" nya ganti menjadi "masu" =>mi(masu)
ab(iru) = "ru" nya ganti menjadi "masu" => abi(masu)
ok(iru) = "ru" nya ganti menjadi "masu" =>oki(masu)
ag(eru) = "ru" nya ganti menjadi "masu" => age(masu)
ak(eru) ="ru" nya ganti menjadi "masu" => ake(masu)
obo(eru) = "ru" nya ganti menjadi "masu" =>oboe(masu)

3. hen doushi (変動し)

perhatikan bentuk ~masu pada kata kerja ini, karena perubahannya irregular ato tak beraturan

kuru => kimasu (bukan "kurimasu")
suru => shimasu (bukan "surimasu")

!!Hati hati, jangan ampe salah!! :)

itu lah sebabnya kenapa mereka dibilang hendoushi ^_^

perlu diperhatikan juga:

ada beberapa kata kerja yg berakhiran -eru / -iru tetapi justru malah masuk ke kata kerja golongan I (godan doushi) bukan kata kerja golongan II (ichidan doushi), perlu bnyak2 belajar/latihan biar hafal n bisa bedain ^^

contoh :
kaeru (pulang) => kaerimasu (bukan kaemasu)
hashiru (berlari) => hashirimasu ( bukan hashimasu)
iru (memerlukan) => irimasu (bukan imasu)
dll

-bentuk ~masu adalah bentuk formal untuk present dan future tergantung situasi nya :)

contoh:

watashi wa gohan o tabemasu (present)
saya makan nasi

watashi wa ato de gohan o tabemasu (future)
saya nanti akan makan

- apabila mengubah kebentuk negatif nya tinggal ubah "masu" menjadi "masen"
 (ato gampangnya tggl ubah "su" menjadi "sen" ^^)

ikimasu (pergi) => ubah "masu" menjadi "masen" => ikimasen (tidak pergi)
tabemasu (makan) => ubah "masu" menjadi "masen" => tabemasen (tidak makan)
mimasu (melihat) => ubah "masu" menjadi "masen" => mimasen (tidak melihat)
dll

- untuk mengubahnya menjadi bentuk lampau, tinggal ubah "masu" menjadi "mashita" (ato gampangnya tinggal ubah "su" jadi "shita" :P)

ikimasu (pergi) => ubah "masu" menjadi "mashita" => ikimashita (pergi - lampau)
tabemasu (makan) => ubah "masu" menjadi "mashita" => tabemashita (makan - lampau)
mimasu (melihat) => ubah "masu" menjadi "mashita" => mimashita (melihat - lampau)
dll

- untuk mengubahnya menjadi bentuk negatif lampau, tinggal ubah "masu" menjadi "masen deshita" (ato gampangnya tinggal tambahin deshita pada bntuk negatif ^^ )

hmm dari bntuk negatif aja deh

ikimasen ( tidak pergi) => tinggal tambahin "deshita" => ikimasen deshita (tidak pergi - lampau)
tabemasen ( tidak makan) => tinggal tambahin "deshita" =>tabemasen deshita (tidak makan - lampau)
mimasen (tidak melihat) => tinggal tambahin "deshita" => mimasen deshita (tidak melihat - lampau)
dll

===================================
Kata kerja perubahan bentuk ~te (te kei)

kali ini akan dibahas perubahan bentuk "te" (ato lebih dikenal dengan "te" kei) pada doushi(kata kerja)

yup kali ini agak susah dripada pembentukan ke bentuk ~masu karena lebh memerlukan bnyak hafalan dan latihan untuk bisa menguasai bntuk ini..yg penting gambatte aja :)

1. kata kerja gologan I
kata kerja golongan I itu berakhiran : -u,-tsu, -gu, -nu, -ku, -ru, -bu, -mu, -su

-kata kerja yg berakhiran -tsu. -ru, -u berubah mnjdi -tte
ma(tsu)-->ma(tte)
ta(tsu)-->ta(tte)
chi(ru)-->chi(tte)
kae(ru)-->kae(tte)
ka(u)-->ka(tte)
ara(u)-->ara(tte)
dll

-kata kerja yg berakhiran -ku berubah mnjdi -ite
ka(ku) -->ka(ite)
sa(ku)-->sa(ite)
dll

*Perhatian: untuk kata kerja iku(pergi),bntuk te nya bukan iite tetapi itte.

-kata kerja yg berakhiran -gu berubah mnjdi -ide
oyo(gu)-->oyo(ide)
soso(gu)-->soso(ide)

-kata kerja yg berakhiran -nu,-mu,-bu berubah mnjdi -nde
shi(nu)-->shi(nde)
su(mu)-->su(nde)
yo(bu)-->yo(nde)

-kata kerja yg berakhiran -su berubah mnjdi -shite
hana(su)-->hana(shite)
toba(su)-->toba(shite)

2. kata kerja golongan II
kata kerja yg berakhiran -iru dan - eru

untuk mengubah bntuk "te" pada kata kerja golongan ini mudah bget, tinggal ganti "ru" nya mnjadi "te"
jadi
-iru-->-ite
-eru-->-ete

contoh:
mi(ru) -->mi(te)
toji(ru)-->toji(te)
kake(ru)-->kake(te)
hanase(ru)-->hanase(te)
hanare(ru)-->hanare(te)
dll.

3. kata kerja golongan III

yup ini perubahannya tidak beraturan, jd mesti dihafal ^^

kuru => kite (bikan "kutte")
suru => shite (bukan "sutte")

=============================

kegunaan yg mendasar dari bntuk te adalah
-sebagai penyambung 2 aktivitas ato lebih yang berurutan
atau bisa juga
- sebagai penyambung 2 aktivitas ato lebih dengan subyek yg berbeda2

contoh:
watashi wa honya e iku (saya pergi ke toko buku),
soshite, watashi wa uchi e kaeru (lalu saya pulang ke rumah)

jadi kalo digabungin

watashi wa honya e itte,uchi e kaerimasu

watashi wa gakkou e ikimasu (aktivitas 1)
watashi wa benkyou shimasu (aktivitas berikutnya)

klo digabungin--> watashi wa gakkou e itte, benkyou shimasu

contoh dgn subyek yg berbeda:

watashi wa hon o yomimasu
otouto wa gohan o tabemasu

jadinya
watashi wa hon o yonde, otouto wa gohan o tabemasu

======================

Perubahan kata kerja bentuk ~ta (ta kei)

secara dasar bentuk "ta" adalah bentuk informal dari bentuk lampau (bntuk ~mashita)

diatas udah di bahas bentuk "te", maka bentuk "ta" akan sangat mudah sekali.
karena pengubahannya memakai sistem "bentuk te" tetapi huruf "e" diubah menjadi huruf "a"

1. kata kerja gologan I

ambil contoh kata "matsu"
"matsu" kan bentuk te nya adalah "matte" , ubah "e" menjadi "a" yaitu "matta

tatsu-->tatte-->tatta
chiru-->chitte-->chitta
kaeru-->kaette-->kaetta
kau-->katte-->katta
arau-->aratte-->aratta
kaku -->kaite-->kaita
dll

2. kata kerja golongan II

miru -->mite--> mita
tojiru-->tojite-->tojita
kakeru-->kakete-->kaketa
hanaseru-->hanasete-->hanaseta
dll.

3. kata kerja golongan III

kuru => kite =>kita
suru => shite =>shita

contoh dalam kalimat:

watashi wa mou tabemashita (formal)
watashi wa mou tabeta (informal)
saya sudah makan

tanaka san wa jakaruta e ikimashita (formal)
tanaka san wa jakaruta e itta (informal)
tanaka san telah pergi ke jakarta

shukudai o yarimashita (formal)
shukudai o yatta (informal)
saya sudah mengerjakan PR

*hati2 jangan karena sistemnya sama seperti te lalu fungsinya juga sama seperti bentuk te, perlu diperhatikan bentuk ta adalah bentuk lampau informal

watashi wa gakkou e itte benkyou shimasu
watashi wa gakkou e itta benkyou shimasu (X)

(tsuzuku...)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons