Kaisar Hirohito meninggal pada tanggal 7 Januari 1989, kemudian
digantikan olehputera mahkotanya sebagai kaisar baru yakni Akihito.
Dengan demikian terjadi pergantian era, yakni dari era showamenjadi era
heisei yang berarti era perdamaian.
Oleh karena itu tidak heran, apabila 3 jam setelah kaisar Hirohito
meninggal, maka diadakan acara “kenjito shokei Nogi” yakni “upacara
penyerahan tahta suci pada Kaisar baru Akihito, tanggal 7 Januari 1989.
Sebab tiga (3) harta suci itu harus diserahkan kepada penggantinya tanpa
adanya waktu putus.
Dengan demikian sejak 7 Januari 1989, Jepang memasuki masa pemerintahan
kaisar Akihito dengan nama era Heisei. Namun pelantikan Kaisar Akihito
sebagai kaisar Jepang ke-125 baru dilaksanakan pada tanggal 12 Nopember
1990. Dalam acara penobatan kaisar Akihito, hadir 37 Presiden, 11
Perdana Menteri dan 20 Raja dari seluruh dunia. Dari Indonesia hadir
Presiden dan ibu negara Tien Soeharto, dan Menlu Ali Alatas.
PENERUS KAISAR AKIHITO
Putra Mahkota Jepang, Naruhito 皇太子徳仁親王 (Kōtaishi Naruhito Shinnō) (lahir di Istana Togu, Tokyo, Jepang, 23 Februari 1960; umur 51 tahun) adalah anak tertua Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko. Ia bergelar pangeran Hiro (浩宮 Hiro-no-miya) sebagai anak-anak.
Yang Mulia Pangeran Akishino (Fumihito) dari Jepang (秋篠宮文仁親王殿下
Akishino-no-miya Fumihito shinnō denka) juga dikenal sebagai Pangeran
Fumihito (文仁親王 Fumihito shinnō) (lahir 30 November 1965; umur 45 tahun)
adalah seorang anggota Keluarga Kekaisaran Jepang. Ia adalah putra kedua
Kaisar Akihito dan Maharani Michiko dan saat ini menduduki peringkat
kedua dari Takhta Bunga Seruni. Sejak pernikahannya pada Juni 1990, ia
memakai gelar Akishino-no-miya (biasanya diterjemahkan menjadi Pangeran
Akishino) dan memimpin cabang keluarga kekaisarannya sendiri.
Pangeran Hisahito dari Akishino (秋篠宮悠仁親王殿下 Akishino no miya Hisahito
shinnō denka?, lahir di Tokyo, 6 September 2006; umur 4 tahun) adalah
anak ketiga Pangeran Akishino dan Putri Kiko. Saat ini ia adalah pewaris
takhta Kekaisaran Jepang setelah Naruhito dan Akishino. Ia lahir saat
Kekaisaran Jepang mengalami dilema karena belum mempunyai keturunan pria
baru sepanjang 41 tahun terakhir dan menghadapi kemungkinan harus
mengubah undang-undang agar mengizinkan wanita menjadi pemimpin
kekaisaran. Menurut pihak Kekaisaran Jepang, nama "Hisahito" bermakna
"tenang dan saleh". Lambang pribadinya (mon) adalah pohon koyamaki
(Latin: Sciadopitys verticillata).



7:46 AM
rie.hara




Posted in:


0 comments:
Post a Comment